BORNEONEWS, Palangka Raya - Tenaga Psikolog Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya, Kila Lavina mengatakan timbulnya pengaruh positif dan negatif dari kebijakan stay at home atau tinggal di rumah saja, tergantung dari cara pandang masing-masing masyarakat.
"Dampak stay at home, pengaruh buruk dan positifnya sebenarnya tidak bisa kita generalisasi karena pengaruh buruk atau tidak itu tergantung orang memandangnya," kata Kila kepada Borneonews pada Kamis, 30 April 2020.
Selama orang yang stay at home memaknai kebijakan baru ini sebagai sesuatu yang positif, serta bisa membantu mencegah penyebaran virus Covid-19 semakin cepat, maka dampak negatif pada psikologis juga akan minim.
"Selama orang memahami maksud stay at home dan bisa melakukan hal-hal positif dan produktif maka stay at home itu akan nyaman dilakukan," kata Kila.
Dia juga menyarankan masyarakat untuk mengekspresikan sisi positif saat harus terisolasi di rumah pada masa pandemi covid-19.
--page
"Entah itu membuat lagu, melukis, ataupun sekadar memasak dengan resep terbaru yang selama ini diidam-idamkan, apa saja yang dianggap menyenangkan untuk dilakukan di dalam rumah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)








