PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan data terakhir Selasa, 30 April 2020,Kecamatan Pangkalan Lada menduduki peringkat pertama jumlah pasien terbanyak kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), 

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kecamatan Pangkalan Lada saat ini sudah mencapai 8 pasien dari total 18 orang.

Tentunya menjadi tenaga medis yang melayani pasien di Puskesmas Pangkalan Lada merupakan tantangan yang penuh resiko. Seperti diceritakan Berlian Sinaga, perawat Puskesmas Pangkalan Lada.

Menurut Berlian, tugas mereka dimulai dari pendataan orang dalam pengawasan (ODP), penelusuran kontak yang sudah dilakukan oleh pasien positif hingga mengantar pasien ke rumah sakit rujukan maupun merawat pasien yang sudah positif.

"Di balik tugas ini resiko tertular tentu sangat tinggi. Kita juga mengetahui  berapa banyak perawat yang akhirnya malah menjadi pasien yang positif terinfeksi Covid-19.

--page

"Bahkan ada juga yang sampai gugur dalam melaksanakan tugas keperawatan. Karena salah satu dari isi sumpah seorang perawat adalah melaksanakan tugas kemanusiaan meski tugas tersebut mengandung resiko bagi kehidupannya sendiri," ujarnya.

Dalam kondisi wabah saat ini, ia dan banyak rekannya sesama tenaga medis harus kembali bekerja, padahal sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.

"Contohnya beberapa hari lalu. Saat mau pulang ke rumah, saya harus kembali merujuk pasien terduga terinfeksi virus corona ke RSUD Sultan Imanudin," jelasnya.

Padahal menurut Berliana, ia dalam kondisi lelah setelah seharian bekerja dan kangen dengan anak balitanya.

"Ya terpaksa saya tahan rasa kangen dengan anak. Saat itu saya kembali ke puskesmas dengan diantar suami dan langsung  bekerja merujuk pasien Covid-19 ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun,. Saya bisa pulang ke rumah sekotat pukul 23.00 WIB setelah sebelumnya harus melaksanakan proses sterilisasi seluruh tubuh dulu di puskesmas," jelasnya.

--page

Selain itu, menurut Berliana, ia mengaku tebersit perasaan was-was ketika kembali dari merujuk pasien.

"Takutnya malah membawa pulang virus tersebut kepada keluarga. Tentunya saya berharap agar pandemi corona ini segera berlalu, sehingga semua pihak, khususnya tenaga medis dapat bebas dari tugas berat yang beresiko tinggi," tuturnya.

Karena itulah ia berharap agar masyarakat juga turut membantu mereka agar mata rantai penyebaran virus corona ini bisa dihentikan.

"Harapan saya sederhana saja. Tolong masyarakat tetap menjaga jarak antar individu, menghindari kerumunan yang berpotensi menjadi sarana penyebaran covid-19. Juga tetap melakukan protokol kebersihan seperti mencuci tangan udai beraktivitas apapun terutama diluar rumah. Serta menghindari keluar rumah bila tidak ada kepentingan yang mendesak. Semoga masyarakat semua bisa  mendukung langkah semua unsur di Pemkab Kobar dan  tenaga medis dalam menanggulangi penularan virus corona ," harapnya. (*/B-6)