BORNEONEWS, Pulang Pisau - Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Pulang Pisau masih kekurangan alat rapid test. Hal itu lantaran stok alat rapid test tim gugus tugas Pulang Pisau mulai menipis.
Sementara, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Pulang Pisau sudah mencapai 98 orang. Semua OTG ini harus dirapid tes karena sempat melakukan kontak erat langsung dengan pasien positif covid-19.
Juru bicara tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu alat rapid tes dari provinsi. Karena rencananya akan ada bantuan.
"Kami masih menunggu bantuan dari provinsi. Sekarang memang sudah menipis. Tidak cukup kalau untuk melakukan rapid tes untuk semua OTG," kata Muliyanto, Kamis, 30 April 2020.
Ia menambahkan, stok menipis ini karena memang ketersediaan alat rapid test ini sangat sulit dicari. Harganya saat ini juga sangat mahal.
--page
"Kalau masker dan APD tampaknya kita cukup saja. Sebab ada bantuan dari sejumlah pihak dan jumlahnya ribuan," ujar dia.
Muliyanto mengakui jika rapid test ini akurasinya tidak 100 persen tepat. Namun, rapid tes ini merupakan langkah awal untuk mengetahui apakah seseorang memang ada indikasi virus corona atau tidak.
"Rapid test ini bukan hanya Pulang Pisau saja yang membutuhkan. Tetapi semua daerah di Indonesia juga butuh. Ini mungkin yang membuat ketersediaan alat ini menjadi sangat terbatas," tandasnya. (M.BADARUDIN/B-5)








