INILAHCOM, Jakarta - DPR angkat bicara terkait dengan dugaan sebagian pihak terkait potensi terjadinya korupsi dalam anggaran pelatihan kartu pra kerja.
Anggota Komisi VII DPR, Maman Abdurrahman menilai anggaran sekitar Rp5,6 triliun tersebut memang sesuai dengan agenda pelatihan untuk program kartu pra kerja.
"Bagaimana cara korupsi nya? kan dana 1 Juta pelatihan per orang untuk sebanyak kurang lebih 5,6 juta orang itu diberikan langsung kepada masyarakat dalam bentuk seperti pulsa dimana kalau tidak dipakai ya tidak akan keluar," kata Maman di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Dia menjalaskan, program kartu Pra kerja ini memang sudah dipersiapkan oleh pemerintah jauh sebelum adanya pandemi Covid-19. Bahkan awaknya metode yang akan digunakan yaitu metode konvensional.
"Namun dikarenakan ada kejadian Covid 19 akhirnya dimodifikasi sedikit yaitu dengan sistem virtual atau online," katanya.
--page
Maman menjelaskan, dalam sistem pelatihan kerja online ini menggunakan modul yang dibuat oleh lembaga pelatihan di Indonesia yang jumlahnya ribuan baik yang sudah berkemampuan module online maupun fffline.
Dikarenakan ada kondisi Covid yang memaksa hanya bisa berinteraksi jarak jauh maka untuk sementara module yang digunakan adalah module online.
"Kebetulan yang memiliki kemampuan membuat Module Online baru sekitar 300 an lembaga. Lalu 300 an lembaga pelatihan ini memasarkan module mereka melalui Market Place Virtual yang sampai saat ini ada sebanyak 8 perusahaan virtual yang berbasiskan platform digital dimana salah satunya adalah Ruang Guru," katanya.
Maman menilai, pemerintah juga terbuka jika memang ada lagi perusahaan-perusahaan startup seperti Ruang Guru, Pintaria, sekolahmu dan lainnya tentu akan dengan senang hati pemerintah menerima.
--page
"Satu lagi ingin saya sampaikan, tidak ada praktek pengadaan barang jadi apa yang mau dikorupsi? dimana mark up nya? bahkan ini peluang usaha baru bagi anak-anak muda penggiat usaha Startup untuk bisa membuat platform perusahaan yang sama agar bisa menjadi Market Bagi Lembaga lembaga Pelatihan di Indonesia," katanya. [jat/INILAHCOM]








