BORNEONEWS, Nanga Bulik - Camat Bulik H Abdul Kohar memastikan pihaknya kini terus mematangkan persiapan untuk pelaksanaan operasi pasar dalam bentuk pasar sembako murah di wilayahnya.
Program tersebut merupakan program yang digulirkan pemerintah kabupaten (pemkab) Lamandau dalam rangka membantu masyarakat terdampak Covid-19 sekaligus dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi, aktivitas daya beli dan inflasi.
Pemerintah kecamatan Bulik sejauh ini sudah melakukan berbagai tahapan persiapan, diantaranya adalah menyebar kupon kepada pemerintah kelurahan dan desa yang ada di wilayahnya, sesuai dengan data dan kuota yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM.
"Alhamdulillah pekan ini kupon (sembako murah) sudah kita sebar ke semua kelurahan dan desa untuk kemudian didistribusikan ke masyarakat melalui petugas RT-nya masing-masing," kata Kohar, Jumat 1 Mei 2020.
Tak hanya itu, pemerintah kecamatam Bulik juga akan segera menggelar rapat dengan pihak toko selaku penyedia barang serta Dinas tetkait untuk mematangkan teknis dan waktu pelaksanaan.
--page
"Rencananya bahkan besok (Sabtu) kita akan rapat dengan sejumlah pemilik toko selaku penyedia barang yang telah ditunjuk (oleh pemerintah kelurahan dan desa) serta perwakilan dinas terkait untuk membahas tetang kesiapan barang, waktu dan teknis pelaksanaan program," jelas Kohar.
Program sembako murah Pemkab Lamandau menyediakan 30 ribu paket sembako murah itu kecamatan Bulik mendapat kuota terbanyak yakni 11.294 paket atau 80 persen dari total kepala keluarga di kecamatan Bulik saat ini yang berjumlah 13.567 KK.
Setiap paket sembako berisi beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, mie instan 1 dus serta ikan kaleng atau sarden 465 gram. Setiap kepala keluarga pemilik kupon berhak membeli satu paket sembako dengan harga Rp125 ribu. Harga tersebut menjadi sangat miring jika dibanding dengan harga normal karena sisanya telah disubsidi pemerintah daerah. (HENDI NURFALAH/B-5)








