KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Akses jalan menuju Masjid Agung Nurul Yaqin Kuala Pembuang sempat ditutup guna kepentingan penyelidikan benda diduga bom, Sabtu, 2 Mei 2020. Setelah proses selesai, jalan itu kembali dibuka. Adapun rangkaian kronologis kejadian itu sudah tercatat.

Pembukaan seluruh akses jalan kawasan masjid terbesar di Kuala Pembuang ini setelah tim Gegana Brimob Polda Kalteng menjinakkan benda diduga bom itu.  

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 09.00 Wib, Sabtu, 2 Mei 2020, aktivitas masyarakat kembali normal. Meskipun di seluruh kawasan Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang masih terpasang garis polisi. 

Berikut rangkaian kronologis;

Sebelumnya, pada Jumat, 1 Mei 2020 sekitar pukul 18.30 WIB, seluruh jalan menuju masjid ini ditutup dan dijaga ketat menyusul penemuan benda mencurigakan di teras masjid.  

Kemudian, Sabtu, 2 Mei 2020, sekitar pukul 05.30 WIB, tim Gegana Brimob Polda Kalteng tiba di lokasi setelah menempuh perjalanan dari Palangka Raya.

--page

Lebih dari satu jam petugas dengan berpakaian lengkap penjinak bom, melakukan penyisiran dan mengamankan benda mencurigakan itu.

Sekitar pukul 07. 35 WIB,  tim gegana melakukan kegiatan penjinakkan berupa penceraiberaian benda mencurigakan ini. Dengan menggunakan pengeras suara, seluruh warga yang berada di sekitar lokasi diminta untuk tidak keluar rumah.

Setelah proses tersebut selesai, tim kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP dan memastikan seluruh kawasan masjid sudah steril.

Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan terhadap motif terduga pelaku teror bom di rumah ibadah ini.

“Rekan-rekan media harap bersabar dulu, nanti keterangan resminya akan kami sampaikan,” tutupnya. (FAHRUL/B-11)