JAKARTA –

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pendidikan nasional masih menyisakan dua masalah mendasar. Yakni soal akses dan kualitas pendidikan.

Masalah ini tetap ada kendati sudah ada berbagai upaya reformasi pendidikan termasuk alokasi anggaran 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Dari sisi akses berbagai indikator seperti angka partisipasi murni, lama bersekolah, dan tingkat putus sekolah, masih membutuhkan perbaikan.

"Meski kami tahu kebijakan sekolah gratis, program beasiswa, penyelesaian problem jarak dan akses menuju sekolah telah diusahakan," kata AHY lewat akun Twitter resminya, Sabtu, 2 Mei 2020.

Dia mengatakan pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia (SDM). Adapun kualitas SDM menjadi kunci terwujudnya Indonesia Emas 2045.

--page

Atas dasar itu bangsa Indonesia masih harus meningkatkan kualitas pengajar, kurikulum, dan tingkat daya saing pendidikan nasional. Ia pun meminta semua pihak merenungkan mengapa lulusan SMA sederajat dan perguruan tinggi menjadi penyumbang tingkat pengangguran.

"Mari perbaiki stategi “link and match” dunia pendidikan dan lapangan kerja," ucap putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

AHY mengatakan reformasi pendidikan menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Ia mengimbau agar ada perbaikan di semua aspek seperti sistem rekrutmen tenaga pendidik, keterpaduan kebijakan anggaran pendidikan pusat dan daerah, infrastruktur pendidikan, hingga sub-komponen lain yang mempengaruhi kualitas pendidikan nasional.

Terakhir, dia mengatakan Demokrat bakal hadir dan terdepan memperjuangkan reformasi pendidikan. (TERAS.ID)