BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tersangka Iwan (27) Warga Desa Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), mengaku karena kebutuhan ekonomi ia nekat jadi tukang jambrer di Kota Pangkalan Bun.
"Motif tersangka karena keterbatasan ekonomi, sehingga nekat melakukan penjambretan," kata Kapolres Kobar AKBP E Dharma B Ginting melalui Kapolsek Arsel AKP Wihelmus Helky, Minggu, 3 Mei 2020.
Tersangka Iwan kesehariannya bekerja sebagai buruh sawit ini, nekat menjambret bersama rekannya BY (dalam lidik) di Jalan Iskandar, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arsel, Pangkalam Bun, dengan sasaran pengendara motor wanita yang menaruh tas dipangkuan.
"Perbuatan tersangka ini dilaporkan korban Liana Mukaromah, mengaku telah dijambret saat pulang bekerja," ujarnya.
Berbekal laporan kejadian tersebut, pada Rabu, 29 April 2020. Akhirnta Unit Reskrim melakukan lidik, berhasil mengamankan seorang pelaku pada, Sabtu, 2 Mei 2020, sekitar pukul 07.00 WIB di Desa Kumpai Batu Atas.
--page
Lanjut Kapolsek, saat ini pelaku menjadi tahanan Polsek Arsel. Sementara Unit Reskrim masih melakukan pengembangan, untuk mencari teman pelaku dalam melakukan penjambretan.
"Kita masih melakukan pengembangan, pelaku masih kita periksa untuk mengetahui dia melakukan aksinya dimana saja. Kita juga masih melakukan pengejaran pada rekan pelaku," tandasnya. (DANANG/B-5)








