SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir kembali menimpa di sejumlah kawasan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Di antaranya di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi. Sebanyak 313 rumah warga terendam. 

"Sudah 3 hari ini, banjir melanda desa kami. Dan pendataan sementara ada 313 rumah yang terendam," ujar Kepala Desa Hanjalipan Sapransyah, Minggu, 03 Mei 2020. 

Ketinggian banjir yang melanda desa tersebut bervariasi. Mulai dari 30 cm hingga 1 meter. Sehinga banyak juga rumah warga yang terendam hingga ke dalam rumahnya. 

Keadaan tersebut sudah hampir setiap tahun terjadi. Dan warga sudah terbiasa. Meskipun begitu, keadaan tersebut juga sangat menganggu aktivitas mereka. Hingga harus menggunakan perahu kelotok untuk ke suatu tempat dari rumah mereka. 

"Cukup mengganggu banjir yang terjadi saat ini, karena ketinggian air mencapai 1 meter hingga lebih," kata Sapransyah.

--page

Banjir terjadi karena dalam beberapa hari terakhir hujan terus terjadi. Bahkan dengan intensitas yang cukup tinggi. Sehingga air terus meningnggi. Bahkan jika hujan kembali melanda, bukan tidak mungkin debit air kembali meningkat. 

"Kami saat ini terus berdoa agar banjir ini bisa segera surut. Namun kalau hujan kenbali turun, bukan tidak mungkin debit air  kembali meninggi," terang Sapransyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)