MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Banjir yang melanda Kabupaten Barito Utara dalam beberapa hari terakhir ini terus meningkat. Hal ini menyebabkan hampir seluruh wilayah di kabupaten setempat digenangi air. 

Banjir kali ini menyebabkan 13.874 Kepala Keluarga (KK) yang ada di 8 dari 9 Kecamatan di Kabupaten Barit Utara terdampak. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, Gazali Montalatua, Mingu 3 Mei 2020 mengatakan bahwa ada delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Barito Utara sudah terendam banjir. Yakni Kecamatan Teweh Tengah, Teweh Baru, Lahei, Lahei Barat, Montallat, Teweh Timur, Teweh Selatan dan Gunung Timang.

“Sementara yang tidak terkena banjir yakni hanya di Kecamatan Gunung Purei,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dari jumlah 13.874 KK yang terdampak banjir, 2.398 KK di antaranya berada di Kecamatan Teweh Tengah. Kemudian, Kecamatan Teweh Baru sebanyak 1.460 KK, Kecamatan Teweh Selatan sebanyak 818 KK.

Selanjutnya, Kecamatan Gunung Timang sebanyak 840 KK, Kecamatan Lahei 2.356 KK, Kecamatan Lahei Barat 1.081 KK, Kecamatan Teweh Timur 1.877 KK dan Kecamatan Montallat 2.824 KK.

--page

“Untuk ketinggian air sangat bervarasi dari satu meter hingga dua meter lebih,” jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut sangat berpengaruh pada aktivitas warga dan roda pemerintahan serta perekonomian di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. Dia berharap masyarakat yang terdampak banjir selalu waspada, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (RAMADHANI/B-7)