SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah  meminta agar semua pihak bisa menahan diri di tengah wabah corona. 

Bahkan ia menolak untuk perang opini yang saling sahut beberapa hari terakhir ini antara pihak eksekutif dengan legislatif.

“Saya tidak terlalu tertarik dengan perang opini yang sedang hangat di media saat ini, saya lebih tertarik bagaimana kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kabupaten untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 bisa dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat Kotim yang memang terdampak," kata Riskon Fabiansyah,Senin, 4 Mei 2020.

Menurutnya, saat ini masyarakat  lebih memerlukan beras, gula, minyak goreng ketimbang disajikan dengan adu opini mencari kesalahan.

Dikatakan Riskon, data penduduk miskin Kotim adalah  30.876  kepala keluarga.  Pada  saat ini akibat pandemi Covid-19  jumlah sudah bertambah bahkan bisa  jadi dua kali  lipat dari data sebelumnya. 

--page

“Tidak banyak sebenarnya tuntutan masyarakat kita, mereka ingin saat ini pemkab mempercepat kebijakan pembagian sembako bagi masyarakat miskin dan masyarakat yang jatuh miskin karena corona virus," tukasnya.

Riskon juga mengaku belakangan ini DPRD juga jadi sasaran kritik keras dari warga. Ada masyarakat yang mencibir peran dari anggota DPRD saat ini.”

Namun kata Riskon pada prinsipnya dirinya dipilih masyarakat memang untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan yang diperlukan masyarakat kepada pemerintah kabupaten.

Serta memberikan masukan dan saran terkait permasalahan yang berkembang dimasyarakat, tapi eksekusi atau pelaksanaan kebijakan ada ditangan eksekutif sebagai eksekutor kebijakan,  

"Ketika saya diam berarti saya telah mengkhianati masyarakat yang telah mendudukan saya di lembaga yang terhormat ini," tandasnya. (NACO/B-5)