BORNEONEWS, Sampit - Status tanggap darurat virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum berakhir. Namun, pemerintah daerah setempat kini memutuskan menaikan status tanggap darurat banjir.
"Sejak tanggal 1 Mei 2020 hingga 14 Mei mendatang, kami sudah menaikan status tanggap darurat banjir," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Senin, 04 Mei 2020.
Status tersebut dinaikan, karena saat ini setidaknya sudah ada 9 kecamatan yang melaporkan beberapa desanya dilanda banjir. Yakni Kecamatan Tualan Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang, Parenggean, Mentaya Hulu, Kota Besi, Cempaga, Cempaga hulu dan Kecamatan Bukti Santuai.
"Untuk jumlah kepala keluarga yang terdampak sendiri belum diketahui persis. Karena masih dalam tahap pendataan," kata Supian.
Sementara, banjir yang paling parah sendiri berada di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi. Karena disana air sudah masuk ke dalam rumah warga. Dan bahkan masyarakat beraktivitas menggunakan perahu kelotok, karena jalan sudah tertutup air yang tinggi.
--page
Pihaknya saat ini sudah menugaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendata secara rinci masyarakat yang terdampak Covid-19. Hal itu sebagai langkah agar bantuan sembako untuk mereka segera disalurkan. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








