SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ratusan warga di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terdampak banjir tetap berdiam diri di rumah atau tidak mengungsi meskipun air sudah masuk hingga atas lantai rumah mereka.

"Hingga saat ini, warga di desa kami tetap berdiam diri di rumah meskipun air sudah masuk ke dalam rumah mereka," ujar Kepala Desa Hanjalipan Sapransyah, Senin, 04 Mei 2020. 

Dia menyebutkan bahwa saat ini kondisi banjir di desa mereka merupakan yang plaing parah dalam beberapa tahun terakhir. Karena hampir semua rumah warga digenangi air dengan ketinggian 10 cm lebih. 

Bahkan, saat ini warga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Mereka juga harus menggunakan perahu kelotok untuk pergi dari rumah ke tempat tujuan mereka. 

Namun, untuk mensiasati mereka tetap tinggal di rumah, di dalam rumah disiapkan tempat seperti ranjang yang cukup tinggi untuk menaruh barang-barang dan juga menjadi tempat tidur mereka.

--page

"Warga membuat katil atau tempat tidur tinggi, untuk menaruh barang berharga dan tempat tidur," kata Sapransyah. 

Sementara itu, Sekda Kotim Halikinnor menyebutkan bahwa banjir yang terjadi di Desa Hanjalipan merupakan yang terparah di antara desa lainnya yang ada di Kotim. Pihaknya akan segera memberikan bantuan untuk masyarakat di desa tersebut. 

"Jika pendataan selesai, bantuan akan segera kami kirimkan," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)