BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), merendam bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Hanjalipan.
"Banjir tidak hanya merendam ratusan rumah warga, namun juga fasilitas pendidikan SD," ujar Kepala Desa Hanjalipan Sapransyah, Selasa, 05 Mei 2020.
Saat ini banjir tersebut tidak hanya merendam halaman sekolah saja. Namun hingga masuk ke dalam ruang kelas. Saat ini para siswa tengah diliburkan, karena Kotim sedang pandemi Covid-19.
"Meskipun air sudah masuk ke dalam ruang kelas, namun tidak mengganggu. Karena proses belajar mengajar saat ini sedang diliburkan," kata Sapransyah.
Sementara banjir di desa terus meninggi dalam beberapa hari terakhir. Bahkan hampir seluruh rumah warga sudah kemasukan air sehingga aktivitas mereka saat ini sangat terganggu.
--page
Pemerintah daerah sudah mulai mendata berapa jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir tersebut. Pendataan ini guna diberikan bantuan berupa sembako kepada mereka.
"Tim sudah bergerak, sebagian sudah diberikan bantuan. Dan sebagian masih didata. Banjir di Desa Hanjalipan merupakan yang paling parah," terang Sekda Kotim Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/m)








