BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok - Tujuh desa di Kecamatan Gunung Bintang Awai GBA terendam banjir, yang terjadi setelah tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir yang mengakibatkan Sungai Ayuh meluap.

Adapun 7 desa tersebut yakni Desa Baruang, Desa Patas 2, Desa Patas 1, Desa Sire, Desa Tabak Kanilan, Desa Ruhing Raya, dan Desa Kayumban.

Kapolres Barito Selatan, AKBP Devy Firmansyah melalui Kapolsek GBA, IPTU R Saleh Simamora mengatakan, di Desa Baruang, kawasan yang terendam berada di RT 1 dan RT 3, dan 24 KK menjadi korban terdampak banjir dengan ketinggian 70 - 150 cm. Fasiltias umum juga terendam seperti kantor desa, perpustakaan, dan posyandu.

Di Desa Patas 2, wilayah terendam berada di RT 2, ada 9 KK yang terdampak banjir dengan ketinggian air 50 - 150 cm. Fasilitas umum yang terendam yakni dermaga pelabuhan Desa.

Desa Patas 1, wilayah terendam di Jalan Hohoreh atau kampung gadang , rumah Warga terendam banjir sebanyak 6 KK dengan ketinggian air 10 - 30 cm.

--page

Sementara untuk Desa Sire, halaman sekolah dan sebagian halaman rumah warga dengan ketinggian air diatas tanah daratan berkisar 5 - 10 Cm.

Di Desa Tabak Kanilan, banjir merendam sebagian wilayah RT 1, 2 dan 7. Air menggenangi sebagian jalan desa dan halaman rumah warga dengan ketinggian air berkisar 5 - 30 cm.

Serta desa Ruhing Raya, banjir merendam di RT 1 dan menggenangi sebagian halaman rumah warga serta fasilitas umum, seperti kantor desa, BPD, poskesdes, masjid, dan TK dengan ketinggian air 10 - 60 cm.

Terakhir di Desa Kayumban wilayah yang terendam berada di RT 1,2, 3 menggenangi sebagian  halaman rumah warga dengan ketinggian air 20 - 40 cm.

“Kami bersama Danramil 1012-12 Tabak kanilan telah mengimbau warga agar selalu waspada perkembangan debit air akibat curah hujan tinggi,” kata dia.

Pihaknya juga mengingatkan warga untuk waspadai segala hal yang tidak diinginkan selama banjir, serta wabah penyakit, arus listrik dan lainnya.

“Kita juga meminta pemerintah desa dan warga agar tetap pro aktif melaporkan setiap perkembangan debit air dan kendala lainnya kepada Polsek GB Awai dan tim tanggap bencana,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-11)