BORNEONEWS, Sampit - Kegiatan reses anggota DPRD Kotawaringin Timur terpaksa ditunda. Salah satu alasannya karena tidak tersedia anggaran untuk kegiatan itu.
Semuanya turut dipangkas dan masuk dalam belanja yang dirasionalisasikan. Jika itu terjadi, maka biaya kegiatan reses DPRD juga akan ikut terpangkas.
Sektretaris DPRD Kotawaringin Timur Bima Ekawardhana mengatakan, rasionalisasi anggaran masih dibahas tim anggaran.
Namun pihaknya ada diminta menyampaikan laporan kebutuhan riil seperti gaji tenaga kontrak, pembayaran tagihan listrik dan air PDAM.
"Kalau memang dipotong 50 persen maka dana reses terpotong dan tidak ada dana reses tersedia," kata Bima, Rabu, 6 Mei 2020.
--page
Memperhatikan belum ada kepastian rasionalisasi ini, mereka menyarankan reses ditunda dulu sambil menunggu dan melakukan pertemuan dengan tim anggaran.
Hal ini menjadi persoalan tersendiri bagi internal DPRD Kotim. Semestinya jadwal itu dilakukan pekan ini. Namun karena kondisi keuangan itu tidak memungkinkan maka DPRD menunda itu untuk sementara waktu.
Di sisi lain DPRD tetap bisa melaksanakan reses tapi menggunakan anggaran pribadi. Hingga semua anggota sepakat sejauh ini reses ditunda dan akan dijadwalkan lagi jika sudah ada kepastian. (NACO/B-7)








