BORNEONEWS, Pulang Pisau - Meski hasil panen melimpah, namun petani semangka di Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya mengalami kerugian karena sepi pembeli akibat pandemi Covid-19.
Untuk mempercepat penjualan, petani menjual panen semangkanya dengan harga murah. "Kalau harga normalnya bisa sampai Rp 6.000 per Kg, tapi sekarang hanya kami jualRp 2.000 per Kg," kata Teus, petani semangka di Desa Henda.
Hasil panen di tahun ini melimpah dan mencapai hingga 400 ton atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 250 ton. Kondisi serupa juga dialami Rina penjual semangka lainnya.
Ia terpaksa menjual semangka dengan harga murah karena berkurangnya pengepul dari daerah lain yang biasanya membeli semangka di Desa Henda.
Padahal tahun ini katanya masyarakat sangat bersemangat menanam semangka dan rata-rata mereka berhasil menanam semangka dengan harga yang bagus di 2019. Ia mengatakan para petani rata-rata melakukan permodalan kredit di koperasi.
--page
"Rata-rata permodalan petani meminjam dari Credit Union Betang Asi rata-rata Rp 15 juta sampai Rp 20 juta sebanyak 40 kepala keluarga dan saat ini kebingungan untuk mengembalikan modal," katanya.
Petani semangka di desa ini berharap ada dukungan pemerintah untuk mencari jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi para petani semangka ini.
Terpisah, Petugas PPL di Desa Henda, Candra Winata mengakui tahun ini hasil panen para petani semangka cukup banyak dan berhasil meningkat hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.
"Kami juga tidak menyangka kondisinya seperti ini, minat dan daya beli masyarakat sangat jauh menurun karena dampak Covid 19,” katanya.
Selain itu juga ada daerah lain yang melaksanakan panen raya semangka yaitu di Lamunti dan Basarang, Kabupaten Kapuas.
Juga di Kecamatan Maliku dan daerah lainnya di Kalteng katanya berdampak pada daya jual dan membuat harga menjadi anjlok karena pengaruh Covid-19. (JAMES DONNY/B-6)








