JAKARTA –

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU), Iqbal Ridzi Fahdri, mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di seluruh Jawa. Usul ini mencuat setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin kurva Covid-19 turun pada Mei.

Iqbal meyakini mobilitas manusia antardaerah menjadi alasan meningkatnya penyebaran virus Corona. "Supaya penularan bisa ditekan, lakukan pembatasan mobilisasi ketat sesuai aturan PSBB, kalau pemerintah tidak mau untuk skala nasional, lakukan untuk pulau Jawa selama bulan Mei ini," kata Iqbal saat dihubungi, Rabu 6 Mei 2020.

Ia melihat pembatasan mobilisasi seperti larangan mudik yang sudah mulai digalakkan oleh pemerintah saat ini masih setengah hati.

"Larangan mudik saja tidak cukup untuk menahan orang tidak bepergian kalau tidak ada sanksi. Sedangkan sanksi yang rencananya diberlakukan pada tanggal 7 Mei menjadi tidak jelas bagaimana kelanjutannya," kata dia.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto. Menurut dia, target Jokowi menurunkan kurva pada Mei bisa dilakukan asal PSBB secara ketat dilakukan di Jawa, Bali, dan Sumatera.

--page

"Artinya masyarakat harus disiplin, selalu pakai masker, tidak berkumpul, tidak mudik," kata dia, dihubungi secara terpisah.

Slamet pesimistis dengan kebijakan pembatasan mobilisasi dari pemerintah. Ia mengkritik kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang memastikan seluruh moda transportasi komersial untuk angkutan penumpang kembali beroperasi mulai, Kamis 7 Mei 2020. "Kalau seperti ini ya repot," kata Slamet.

TERAS.ID