BORNEONEWS, Buntok – Di tengah wabah COVID-19, kini masyarakat Barito Selatan kembali dihantui ancaman banjir mulai mengepung kota Buntok dan sekitarnya.
Dalam sepekan terakhir tingginya curah hujan menyebabkan DAS Barito meluap mengakibatkan pemukiman penduduk mulai terendam banjir, bahkan sampai ke jalanan.
Pantauan Borneonews, selain rumah warga dan beberapa kantor terendam banjir, beberapa ruas jalan dalam kota Buntok pun juga digenangi air antara 30-35 cm.
Seperti jalan Kelurahan, Pelita Raya, Jelapat, Panglima Batur ujung, jalan Barito Raya dan Jalan Barito daerah pasar lama Buntok.
Di tengah pandemi COVID-19 masyarakat mulai keteteran untuk menyambung hidup ditambah lagi dengan banjir membuat warga menengah kebawah kian terpuruk.
--page
“Lengkap sudah penderitaan kami, menghindari virus berdiam di rumah, kini menghadapi banjir sangat sulit mencari sesuap nasi,” kata Lantung, seorang warga Jalan Panglima Batur kepada Borneonews, Jumat, 8 Mei 2020.
Ia membeberkan, hampir semua pekarangan rumah di dalam Kota Buntok terendam banjir. Bahkan beberapa di antaranya air sudah masuk ke dalam rumah.
"Air yang menggenangi pekarangan rumah terjadi sejak empat hari terakhir akibat intensitas hujan cukup tinggi serta diperparah banjir kiriman dari daerah hulu,” ucap dia.
Tak hanya itu, berdasarkan informasi beberapa desa di semua kecamatan, baik itu Kecamatan Gunung Bintang Awai, Dusun Utara, Dusun Selatan, Dusun Hilir, Karau Kuala dan Kecamatan Jenamas juga mengalami banjir. (URIUTU DJAPER)








