BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran memastikan ketahanan pangan untuk mencukupi kebutunan masyarakat Bumi Tambun Bungai dipastikan aman hingga 7 bulan ke depan.
"Ketahanan pangan sudah ditangani dan kita tidak banyak ekspor. Bulog siap untuk 7 bulan ke depan, terutama untuk cadangan beras kita," kata gubernur saat press release penerapan pembatasan sosial berskala sesar atau PSBB di Kota Palangka Raya, Jumat, 8 Mei 2020.
Meski stok pangan cukup, namun gubernur mengatakan jika para petani di sentra-sentra padi di seluruh Kalteng juga telah siap panen dan menambah pasokan padi bagi masyarakat.
"Kita ada rencana panen dari April-Juni, kita amankan panen kita. Di Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Barito Timur, Barito Selatan, dan Kotawaringin Timur kita amankan untuk stok beras masyarakat Kalteng," katanya.
Bahkan gubernur sendiri sudah menyumbang secara pribadi 4 buah mesin penggilingan padi yang mampu menggiling hingga 10 ton padi menjadi beras per jam.
--page
"Kita ada pengeringnya, langsung dibungkus dan jadi produksi Kalteng. Mudah-mudahan tahun 2021 nanti, karena belajar dari keadaan bahwa beras kita ini banyak lari ke Banjarmasin, kami usahakan Bupati agar peduli jangan sampai lahan yang kita panen untuk stok kita ini malah keluar daerah," tegasnya.
Kalau semuanya panen ini telah dilakukan, maka Kalteng akan punya 200 ribu ton lebih stok beras untuk seluruh Kalimantan Tengah.
"Itu kita amankan stok untuk masyarakat Kalteng dulu cukup untuk 10 bulan sampai 1 tahun," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








