BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengatakan agar tidak tergantung dengan Jakarta, Surabaya, dan Banjarmasin, maka dalam penanganan Covid-19 ini, khususnya pemeriksaan sampel rapid tes dan swab untuk pasien harus memiliki alat sendiri.
Untuk itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membeli mesin atau alat tes tersebut. Saat ini alat tersebut sudah datang dan rencananya Senin depan sudah mulai operasional di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dan di Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Palangka Raya.
Pengadaan alat ini untuk memastikan kesehatan dan keselahatan masyarakat cepat respon dan tanggap terhadap kondisi pandemi virus corona di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Bagimana kita mengirim sampel tes Covid-19 ke Jakarta, Surabaya atau Banjarmasin yang di sana juga numpuk. Jadi hasilnya bisa sampai berminggu-minggu ditambah lagi estimasinya yang lama. Dengan kita sudah memeiliki alat rapid tes dan swab ini maka kita bisa cek cepat, bahkan hitungan jam sudah dapat melihat hasilnya. Sedangkan untuk membeli alat tes ini menggunakan APBD Pemprov Kalteng," jelasnya.
Selain itu pihaknya juga mendengarkan aspirasi dari tim medis hingga elemen masyarakat lainnya yang mengeluh lamanya hasil tes. Oleh karena Pemprov Kalteng harus memiliki alat canggih yang dapat membantu masyarakat.
--page
"Kami sadar, banyaknya masukan, ditambah situasi pandemi Covid-19 di Kalteng ini mengkhawatirkan, sehingga kita harus beli alat tes agar cepat dan menghemat waktu serta dapat mempercepat membantu warga dalam upaya pengecekan awal dan sampel di Kota Palangka Raya," tutupnya. (NOPRI/B-6)








