BORNEONEWS, Tamiang Layang - Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur mendukung petani untuk memproduksi pupuk organik cair.
Koordinator BPP Paju Epat, Lukmanul Chakim menjelaskan, pupuk organik cair diperlukan tanaman sebagian suplemen nutrisi selain yang didapatkan melalui akar.
"Pupuk organik cair menyediakan nutrisi esensial yang tidak bisa disintesis tanaman melalui proses fotosintesis," ungkapnya, Jumat 8 Mei 2020.
Pertimbangan lain menggunakan pupuk organik cair yakni lebih ekonomis dan harga bahan yang terjangkau, bahkan beberapa bahan mudah didapatkan tanpa membeli sehingga mengurangi biaya produksi pertanian.
Lulmanul mengungkapkan, pembuatan pupuk organik cair dapat mempergunakan air kelapa, urin sapi atau urin kelinci, EM4, darah penyembelihan ayam sebagai sumber protein serta air cucian beras.
--page
"Semua bahan tadi adalah bahan organik yang didapat dari hasil samping atau waste," jelasnya. Menurutnya, keunggulan pupuk organik cair dibandingkan dengan pupuk lain terutama pupuk kimia yakni lebih ekonomis.
"Petani bisa membuat sendiri, mempunyai daya simpan yang lebih lama, lebih ramah lingkungan karena menjaga keseimbangan alam yang pada tujuan akhirnya meminimalkan biaya produksi pertanian, sehingga pendapatan petani lebih optimal," imbuhnya.
Pupuk organik cair yang dibuat dapat dipergunakan untuk komoditi hortikultura seperti cabe, terong, bawang merah serta dapat juga diaplikasikan untuk tanaman pangan padi, jagung dan kedelai.
"Cara pengaplikasikannya, pupuk organik cair disemprotkan pada bagian tanaman terutama pada bagian daun dan pucuk tunas, hal ini disebabkan karena pada bagian daun tersebut terdapat stomata atau mulut daun," jelasnya.
Lanjutnya, waktu optimal untuk penyemprotan pupuk organik yakni pagi sebelum jam 08.00 WIB atau sore setelah pukul 16.00 WIB.
--page
"Hand sprayer untuk penyemprotan pupuk organik cair tidak diperkenankan bekas herbisida, dikarenakan cara kerja herbisida bertolak belakang dengan pupuk organik cair," imbuhnya.
Lukmanul berharap, pembuatan pupuk organik cair dapat diadopsi oleh petani lain di wilayah Kecamatan Paju Epat.
"Sekarang yang sudah membuat pupuk organik cair ada Pak Seno dan Pak Senin di Desa Trans Siong Kecamatan Paju Epat," pungkasnya. (BOLE MALO/B-6)








