NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), bernama Wahyu Giyanto diinformasikan meninggal dunia di rumah sakit Danwon, kota Ansan, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan (Korsel).

Berdasarkan ringkasan berita pada Berita Biasa yang diterbitkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, PMI asal Lamandau yang dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 2020, pukul 13.55 waktu setempat.

Adapun  penyebab kematian Wahyu Giyanto yang bekerja sebagai PMI bidang manufaktur di Korsel itu, adalah sakit biasa, tepatnya karena penyakit komplikasi bukan karena Covid-19.

Sebagaimana dijelaskan KBRI dalam suratnya, Wahyu Giyanto meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang dideritanya. Sebelum meninggal, almarhum telah dites Covid-19 dan dinyatakan negatif. 

Dikutip dari surat yang ditulis Kepala Fungsi (KF) Protokol dan Konsuler (Protkons) Kedutaan Besar RI untuk Korea Selatan, Vevie Damayanti, pemulasaraan dan penyolatan jenazah Wahyu Giyanto sudah dilakukan oleh KBRI bersama pengurus masjid Incheon dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korsel pada 7 Mei 2020 malam.

--page

Vevie Damayanti menyatakan, jenazah almarhum Wahyu Giyanto akan dipulangkan ke Indonesia dari Incheon ke Jakarta pada 8 Mei 2020 dengan estimasi waktu keberangkatan pukul 10.35 waktu setempat dan estimasi kedatangan pada pukul 15.45 WIB. 

“Sabtu 9 Mei 2020, jenazah akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Palangka Raya menggunakan pesawat GA 5524 dengan estimasi waktu keberangkatan pukul 07.39 WIB dan estimasi waktu kedatangan pukul 08.58 WIB, dilanjutkan dengan perjalanan dari Palangka Raya menuju Lamandau menggunakan ambulans,” katanya.

Kabar duka tentang meninggalnya PMI asal Desa Jangkar Prima, Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau itu juga dibenarkan Camat Sematu Jaya, Syaifuddin Zuhri. 

"Betul, perihal adanya kabar duka tentang pekerja migran di Korsel asal desa Jangkar Prima (Sematu Jaya-Lamandau) ini sudah kami terima empat hari lalu," kata Zuhri, Sabtu 9 Mei 2020.

Zuhri menyebut, KBRI Seoul juga sudah menghubungi pihak keluarga almarhum menginformasikan kabar duka tersebut, sekaligus membahas tentang rencana pemulangan jenazah almarhum Wahyu Giyanto. (HENDI NURFALAH/B-7)