BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran dan kakaknya, Agustiar Sabran sudah dikenal kalangan masyarakat dengan sosok yang ringan tangan atau dermawan. Bahkan itu sering dilakukan jauh sebelum menjadi Gubernur Kalteng.
Sugianto maupun Agustiar Sabran sering menemui masyarakat yang kesusahan. Bahkan langsung memberikan bantuan, tanpa melihat siapa orang itu.
Pernyataan ini disampaikan Anton warga Kelurahan Selat Barat, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. Anton merupakan salah satu warga yang menerima bantuan pribadi Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran.
Ia mengaku mengenal sosok Sugianto dan Agustiar, ketika tinggal di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Bahkan, dirinya orang yang pernah dibantu ketika mengalami masa sulit di Pangkalan Bun.
"Saya waktu itu kesulitan secara ekonomi. Rupanya terdengar sampai telinga Sugianto Sabran. Beliau langsung datang dan membantu saya," kata Anton, Sabtu, 9 Mei 2020.
--page
Atas dasar kemanusiaan, Sugianto dan Agustiar tidak pernah membiarkan orang lain kesusahan.
Bahkan, secara pribadi ia akan memberikan dukungan kepada Sugianto, kalau ingin bertarung kembali pada periode kedua.
"Kinerja beliau untuk kepentingan masyarakat tidak perlu diragukan. Apalagi sekarang sudah merelakan gaji, honor dan biaya rumah tangga selama lima tahun, untuk membantu masyarakat," tuturnya.
Sebelumnya, bantuan telah disebar untuk masyarakat Kalteng yang terdampak covid-19. Kakak beradik yang berasal dari Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat itu, menyiapkan 100 ribu paket sembako untuk warga terdampak covid-19. Bantuan sudah disebarkan ke sejumlah kabupaten sejak satu bulan yang lalu.
Anggota DPR-RI Agustiar Sabran mengungkapkan, bantuan yang disebarkan merupakan gerakan kemanusian untuk menolong masyarakat yang terdampak covid-19. Memang jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah penduduk Kalteng. Tapi itulah kemampuan keduanya mengumpulkan dana pribadi yang didapat selama menjabat lima tahun.
"Bagi masyarakat yang tidak kebagian, saya pribadi mohon maaf. Mudahan nanti yang tidak kebagian, terakomodir melalui program pemerintah. Kalau yang berjalan sekarang, bantuan pribadi saya dengan Sugianto Sabran. Jumlahnya terbatas, jadi prioritas masyarakat yang benar-benar terdampak covid-19," tegas Agustiar.
--page
Menurut Agustiar, bantuan sudah didistribusikan ke sejumlah kabupaten, melalui Relawan Muda Sugianto Sabran dan Gerakan Milenial Agustiar Sabran, terus mendistribusikan paket sembako kepada masyarakat terdampak covid-19.
Sebagian juga ada yang didistribusikan lewat lembaga adat, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, relawan maupun PDI Perjuangan.
Bantuan tersebut, jelas Agustiar, berasal dari gaji, honor, dan biaya rumah tangga gubernur selama lima tahun menjabat. Dana yang terkumpul mencapai Rp 9 miliar. Kemudian ditambah gaji dan tunjangan dirinya selama menjabat lima tahun sebagai anggota DPR-RI. Dana yang terkumpul mencapai Rp 4 miliar. Seluruh dana dibelikan paket sembako yang jumlahnya mencapai 100 ribu paket.
"Itu yang dapat kami perbuat untuk rakyat. Kami dipilih dan digaji rakyat. Ketika rakyat butuh bantuan, uang tersebut kami kembalikan untuk membantu rakyat. Mudahan apa yang kami lakukan bisa menginspirasi pengusaha, atau pejabat lainnya. Jadi banyak orang yang bisa membantu masyarakat," pungkas Agustiar. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)








