BORNEONEWS, Nanga Bulik - Hasil uji sampel swab untuk 20 warga Kabupaten Lamandau dinyatakan negatif Covid-19. Atas hasil itu maka 29 orang yang mengikuti proses isolasi di pusat karantina di mess desa dipastikan sudah bisa pulang ke rumah.
"Setelah sekian lama kita tunggu, hasil swab test untuk 20 orang warga kita (Lamandau) akhirnya keluar, dan hasilnya semuanya terkonfirmasi negatif Covid-19," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau, H Hendra Lesmana, Minggu 10 Mei 2020.
Hendra menyebut ke 20 warga Lamandau yang hasil tes swab-nya baru keluar dan terkonfirmasi negatif Covid-19 itu ialah untuk seorang warga Nanga Bulik yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).
Lalu 13 warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) anggota keluarga dari warga Desa Wonorejo klaster Gowa positif Covid-19 yang pada Sabtu 9 Mei 2020 kemarin baru dinyatakan sembuh.
Kemudian hasil tes swab untuk 2 warga ODP yang merupakan santri Lamandau klaster Temboro dan 4 orang lainnya anggota keluarga dari warga berstatus PDP Covid-19.
--page
"Ke 20 warga ini dinyatakan negatif berdasarkan uji sampel swab di Laboratorium Banjarbaru," jelasnya.
Bersamaan dengan hasil tes swab ini maka 29 warga yang selama ini menjalani isolasi atau karantina di mess desa dipastikan sudah bisa pulang ke rumah.
Mereka yang menjalani proses karantina itu terdiri dari berbagai status, mulai dari warga berstatus ODP yang selama ini menunggu keluarnya hasil tes swab, serta warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang selama ini menunggu keluarnya hasil tes swab untuk PDP dan ODP.
Mereka menjalani karantina dengan lama waktu yang berbeda-beda. Hendra juga menyampaikan terima kasih kepada semua warga yang telah mengikuti serangkaian proses dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Dia juga mengapresiasi segala pengorbanan dan keikhlasan semua pihak demi mengikuti program karantina tersebut. Hal senada diungkapkan Camat Bulik H Abdul Kohar saat melepas peserta karantina di mess desa.
--page
Mewakili pemerintah daerah, Kohar juga menyampaikan permohonan maaf jika selama mengikuti program karantina banyak kekurangan.
"Selama menjalani proses karantina tentu masih banyak kekurangan, baik dalam pelayanan dan lain sebagainya. Atas hal itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya," katanya. (HENDI NURFALAH/B-6)








