BORNEONEWS, Sampit - Dampak pendemi virus Corona atau Covid-19 sudah merambah hampir seluruh bidang atau jenis usaha. Tidak terkecuali pedagang pakaian di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang omsetnya terus merosot di tengah pandemi virus berbahaya tersebut.
"Sejak awal pandemi Covid-19 di Kotim, hingga saat ini. Penjualan pakaian di toko kami sangat menurun drastis," ujar Syahrun Mubarak, pemilik toko Medium, Minggu, 10 Mei 2020.
Merosotnya penjualan menurut Syahrun, sudah mulai terjadi sejak pertengahan Maret 2020 lalu. Dalam sehari, pakaian yang dijual mereka cukup sedikit. Bahkan sudah sering tidak ada yang terjual sama sekali.
Padahal, sebelum ada pandemi, biasanya penjualan pakaian bisa mencapai 5 sampai 10 lembar. Hal itu juga terjadi hingga bulan suci Ramadan saat ini.
"Biasanya, dari awal bulan suci Ramadan hingga pertengahan, penjualan meningkat drastis. Bakan bisa sampai 2 hingga 3 kali lipat. Namun sekarang ada yang terjual saja sudah sukur," kata Barak.
--page
Selain itu, Amink, salah seorang pedagang pakaian di sekitar Ikon Kota Patung Jelawat, terpaksa menutup lapaknya. Karena penjualan sudah sangat menurun.
"Biasanya kalau bulan Ramadan saya semangat buka. Karena penjualan sangat meningkat. Namun saat ini terpaksa saya tutup, karena penjualan sangat minim," terang Amink. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








