BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Bima Santoso menyayangkan perencanaan pembangunan Jalan Runting Tada, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotim.
Pria yang membidangi urusan infrastruktur jalan dan jembatan mengingatkan kembali kepada pemerintah setempat. Pasalnya jalan poros Runting Tada rawan putus karena gerusan air banjir musim hujan.
Bahkan Bima menuding pekerjaan proyek itu tidak melalui analisa dan kajian yang matang. Sebab lokasinya merupakan rawa dan kawasan berair.
Bima menyebutkan kondisi itu sudah ditinjau langsung oleh pihaknya. Dia melihat bahwasanya itu karena aliran air tidak diberikan ruang. Seharusnya paling tidak ada jembatan box disejumlah titik tempat debit air.
“Paling tidak ada dibangun box culvert atau jembatan pemecah arus agar tidak putus terus jalannya nah bagaimana bisa sampai seperti ini,” kata Bima, Selasa, 12 Mei 2020.
--page
Bima menyebutkan jalan itu terputus beberapa waktu lalu. Sehingga tidak bisa dilewati. Kondisi itu bisa terjadi setiap saat ketika debit air semakin deras.
Bima menjelaskan, ruas jalan dari arah Km 42 sampai Desa Kenyala tembus ke Desa Tangar itu diperbaiki dengan sistem tahun jamak.
Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten. Kerusakan jalan akan mengganggu aktivitas masyarakat sehingga bisa berimbas pada kondisi ekonomi masyarakat.
"Akibat kerusakan jalan saat ini, warga terpaksa harus mengambil rute lain yang lebih jauh. Dampaknya membuat masyarakat terhambat beraktivitas," tandasnya. (NACO/B-5)








