PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng menyiapkan anggaran sebesar Rp230 Miliar sebagai penanganan dampak jaring sosial untuk dibagikan secara tunai kepada masyarakat Kalimantan Tengah.

"Pemerintah Provinsi Kalteng memiliki anggaran Rp500 Miliar untuk penanganan Covid-19, ditambah anggaran di kabupaten/kota jumlanya ada sekitar Rp810 Miliar. Sementara Rp230 Miliar diantaranya kita anggarkan untuk Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat Kalteng, diberikan secara tunai," kata Gubernur Kalteng, Selasa, 12 Mei 2020.

Hal ini disampaikan Gubernur dalam Video Conference sesi II silaturahmi Gubernur Kalimantan Tengah dengan seluruh kepala desa di Wilayah Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau terkait pandemi Covid-19, Selasa, 12 Mei 2020 siang.

"Saya melalui Dinas Sosial dan BPMDes Provinsi Kalimantan Tengah mendapat informasi bahwa semestinya dari dana tersebut dibagikan untuk kurang lebih 813.126 Kepala Keluarga atau KK dan itu 60 persen penduduknya ada di desa," terang Gubernur.

Namun permasalahan terjadi menurutnya karena saat pendataan yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi, hanya ada kurang lebih 18 persen penduduk desa di Kalteng yang terdata.

--page

"Sebanyak 60 persen pendudukan Kalimantan Tengah adalah penduduk desa itu artinya ada sekitar 487.000 KK tetapi kami selaku Gubernur menerima laporan BPMDes, yang ada hanya 80.000 KK, berarti cuma mencapai sekitar 18 persen. Nah ini akan dicek lagi apa penyebabnya ada perbedaan data yang sangat besar dari penerima bantuan provinsi," kata Gubernur lagi. (TESTI PRISCILLA/B-5)