BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, angkat bicara setelah ramai beredarnya video salah satu warga yang mengalami kejadian kurang mengenakan di posko penjagaan PSBB.
Dia berharap semua pihak tetap fokus untuk mensukseskan pelaksanaan PSBB yang sedang diterapkan saat ini. Masalah viralnya video tersebut jangan sampai dibesar-besarkan.
"Saya melihat videonya, dan setelah ditelaah benar-benar hal itu memang sama-sama salah antara salah satu warga dan petugas, sebab bapak yang didalam video itu menggunakan bahasa yang kurang pas saat ditanya dan petugas pun merespon dengan tidak pas pula," ujar Ridha.
Artinya, lanjut Ridha memang antara salah satu warga dengan petugas tersebut terjadi miss komunikasi dan persepsi. Seandainya kedua belah pihak bisa lebih saling memahami atau memaklumi menggunakan hati tentu hal tersebut tidak akan terjadi.
"Untungnya kejadian ini terjadi diawal penerpan PSBB sehingga masih bisa dievaluasi lagi untuk kedepannya, sudahi saja lah pelomik dan dinamika yang sudah terjadi, pada intinya kepada para petugas tetap jalankan penerapan PSBB secara humanis, seperti yang dikatakan oleh Wakil Wali Kota sebelumnya," tutur Ridha.
--page
Disisi lain Legislator PAN ini mendorong pemerintah setempat untuk melakukan rapid test massal kepada masyarakat sesuai dengan kreterianya agar bisa dilakukan pelacakan terhadap warga yang positif Covid-19 atau tidaknya.
Hal tersebut dirasa penting untuk dilaksanakan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona yang sedang terjadi saat ini. (HENDRI/B-5)








