SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotim H. Rudianur mengaku bingung bagaimana memberikan penjelasan kepada  sejumlah masyarakat mengenai kapan disalurkannya sembako dari pemerintah kabupaten.  

Menurutnya, sejumlah masyarakat terus bertanya-tanya baik melalui telepon, media sosial hingga ada warga yang langsung menemui dirinya.

Karena, kata dia, sampai hari ini sembako dari pemerintah kabupaten selalu jadi bahan pertanyaan. Begitu juga di masa reses ini setiap ada bertemu warga ataupun aparat desa selalu itu ditanyakan.

"Pak kapan sembako disalurkan, itu dan itu terus pertanyannya,” kata Rudianur, Rabu, 13 Mei 2020.

Dia menyebutkan itu wajar ditanyakan. Sebab saat ini pihak swasta yang sudah banyak menyalurkan, sementara pemerintah kabupaten masih nihil. Padahal ada puluhan ribu warga terdampak itu yang tinggal di pelosok desa.

--page

“Kami sudah mendorong dan mendesak bagaimana agar sembako yang dijanjikan itu segera disalurkan. Entah bagaimanapun caranya pemkab harus bertanggung jawab dan segera merealisasikannya, kita tidak bisa biarkan warga terus menjerit," tukas Rudianur.

Senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD, Muhammad Rudini Darwan Ali. Pertanyaan tentang kapan bantuan sembako dibagikan, para legislator ini menjelaskan sesuai dengan informasi yang mereka terima dari pemerintah kabupaten bahwa saat ini sedang berproses dan penyaluran dilakukan bertahap.

”Selain itu aspirasi yang kami serap juga terkait dampak Covid-19 ini seperti berkurangnya penghasilan masyarakat, akibat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak keluar rumah dan sebagainya, sehingga penghasilan mereka berkurang," tutupnya. (NACO/B-5)