BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando menjelaskan alasan penyiapan uang tahun ini untuk Lebaran lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
Penyiapan uang tunai pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini memang lebih rendah 23,86 persen dibandingkan dengan penyiapan tahun lalu yang kita siapkan sebesar Rp4,346 Triliun, sementara tahun ini hanya Rp3,309 Triliun.
"Penurunan jumlah tersebut disebabkan, antara lain karena tahun ini pembayaran Tunjangan Hari Raya atau THR untuk ASN hanya diberikan kepada pegawai tertentu," kata Rihando kepada Borneonews pada Jumat, 15 Mei 2020.
Dengan demikian, lanjutnya, secara otomatis kebutuhan uang yang diperlukan untuk pembayaran tersebut juga tidak sebanyak tahun lalu.
"Selain itu, harga jual sawit menurun karena dampak pendemi Covid-19 ini," tuturnya.
--page
Sehingga, lanjut Rihando, kebutuhan uang untuk para tengkulak membeli sawit, atau karet, maupun hasil bumi lainnya juga tidak sebesar yang dibutuhkan tahun lalu. (TESTI PRISCILLA/B-5)








