PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyayangkan ada pihak yang menyebutkan jika positif corona atau covid-19 yang dialaminya saat ini sebagai rekayasa atau bohongan.

Padahal sejak 27 April sampai 15 Mei 2020 ini dia sudah menjalani isolasi 18 hari lamanya. Bahkan ia jua mendapatkan perawatan rutin di kamar isolasi yang saat ini ditempatinya selama melawan Covid-19.

"Ada banyak hal yang terjadi di lapangan, bahkan ada yang bilang kalau positif corona bapak wali kota itu bohong-bohongan," kata Fairid Naparin dalam postingan di akun isntagramnya, Jumat, 15 Mei 2020.

"Bapak ibu yang saya hormati, ini bulan ramadan jadi jangan lah kita berpikir yang macam-macam. Semuanya bisa dibuktikan dengan pemeriksaan swab saya," jelasnya.

Meskipun dirinya selama ini dalam kondisi baik dan sehat-sehat saja bukan berarti hal itu tidak positif corona. Pasalnya, positif corona bisa juga dialami oleh orang tanpa gejala atau disebut OTG.

--page

"Secara umum kondisi saya memang baik-baik saja, tapi selama isolasi saya cek rutin dan sudah alat untuk mengukur, panas, detak jantung dan lainnya. Ini untuk memastikan kondisinya normal semuanya," pungkasnya. (HENDRI/B-11)