BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja lapangan usaha konstruksi di Kalimantan Tengah mengalami penurunan cukup signifikan pada triwulan I 2020, di tengah pandemi Covid-19.
"Lapangan usaha konstruksi tercatat kontraksi sebesar -10,39 persen (yoy)," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando kepada Borneonews, Sabtu, 16 Mei 2020.
Menurut Rihando, kinerja lapangan usaha konstruksi ini menurun dibandingka triwulan IV 2019 yang tumbuh 2,02 persen (yoy).
"Realokasi anggaran proyek pemerintah dan perilaku swasta yang lebih wait and see dalam menjalankan proyeknya di tengah ketidakpastian kondisi usaha sebagai dampak merebaknya Covid-19 ini menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan lapangan usaha ini," jelasnya.
Memang, menurut Rihando, pandemi Covid-19 yang telah menyebar di 13 kabupaten kota di seluruh Kalteng ini menghambat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalteng dan menghambat akselerasi perekonomian Bumi Tambun Bungai pada triwulan I tahun 2020.
--page
"Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan I 2020 tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kalteng juga lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Rihando. (TESTI PRISCILLA/m)








