BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan II tahun 2020 semakin rendah. Lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2020.
"Memasuki triwulan II tahun 2020, ekonomi Kalimantan Tengah diperkirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan capaian triwulan I 2020," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Rihando kepada Borneonews pada Sabtu, 16 Mei 2020.
Menurut Rihando, Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Kalteng pada triwulan II 2020 akan tumbuh pada kisaran kurang lebih 0,1-0,5 persen saja.
Padahal, pertumbuhan ekonomi Kalteng para triwulan I 2020 pun hanya 2,95 persen, lebih rendah dibandingkan capaian triwulan IV 2019 yang tumbuh 6,02 persen, maupun kinerja pertumbuhan nasional pada triwulan I 2020 yang tumbuh 2,97 persen.
"Pandemi diprakirakan masih terus berjalan dan hasil seumlah riset dan studi yang menunjukkan bahwa pandemu baru akan berakhir pada triwulan III 2020 menjadi penyebab utama rendahnya perkiraan pertumbuhan ekonomi Kalteng," jelas Rihando.
--page
Memang menurut Rihando, pandemi Covid-19 yang telah menyebar di 13 kabupaten kota di seluruh Kalteng ini memang menghambat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalteng dan menghambat akselerasi perekonomian Bumi Tambun Bungai pada triwulan I tahun 2020. (TESTI PRISCILLA/B-7)








