SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Data penerima bantuan sosial di Kabupaten Kotawaringin Timur harus yang terbaru. Dinas terkait jangan sampai menggunakan data lama seperti saat ini, sehingga banyak bantuan yang diberikan itu akhirnya jadi tidak tepat sasaran. Itu ditegaskan anggota DPRD Kotim, Ary Dewar, Minggu, 17 Mei 2020.

"Tentunya kita sayangkan ada masyarakat yang layak menerima bantuan justru tidak mendapatkan," kata anggota Komisi IV DPRD Kotim tersebut.

Ary menyebutkan, data yang kerap digunakan tidak pernah ter-update dan diduga masih menggunakan data lama. Sehingga masyarakat yang diketegorikan mampu hingga yang sudah meninggal dunia masih mendapat bantuan tersebut.

"Setidaknya sebelum bantuan itu diserahkan didata ulang lagi. Saya rasa tidak susah, karena RT hingga RW diminta untuk mendata mereka segera saja melakukannya," kata Ary.

Seperti baru-baru ini, ketika pihak RT atau RW diminta mendata mereka langsung melakukannya. Karena mereka yang lebih tahu dengan kondisi warga.

"Tapi sayang data itu tidak digunakan. Buktinya mereka yang dapat bantuan itu kebanyakan di luar pendataan mereka," ucap Ary.

Persoalan data penerima bansos ini jangan dianggap sepele. Karena ini akan jadi permasalahan manakala penyalurannya tidak tepat sasaran. (NACO/B-11)