KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau P3AP2KB Seruyan gencar sosialisasi antisipasi ledakan angka kehamilan atau “baby boom” di masa pandemi virus corona atau covid-19.

Kepala Dinas P3AP2KB Seruyan, Purwadi mengatakan, antisipasi ledakan angka kehamilan atau baby boom di masa pandemi, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dengan melakukan pemasangan spanduk.

“Dalam situasi saat ini, kita lebih meningkatkan pelayanan sosialisasi atau menyampaikan pesan ke masyarakat,” kata Purwadi, Senin, 18 Mei 2020

Warga diminta agar menunda kehamilan sampai kondisi pandemi covid 19 berahir. Aksetor KB sebaiknya tidak datang ke petugas kesehatan, kecuali memiliki keluhan.

“Bagi akseptor KB IUD dan Implan yang sudah habis masa pakainya, jika tidak memungkinkan datang ke petugas kesehatan, sementara dapat  menggunakan kondom yang dapat diperoleh dengan menghubungi PLKB atau kader,” jelasnya.

--page

Sedangkan apabila kondom  tidak tersedia pada PLKB atau kader, maka disarankan, agar  bisa menggunakan cara tradisional yakni dengan cara senggama terputus.

Bagi akseptor KB Pil, bisa menghubungi PLKB atau kader melalui telepon untuk mendapatkan Pil KB, sehingga para PLKB bisa mengantarkan langsung kepada akseptor.

“Untuk Ibu pasca melahirkan, sebaiknya langsung menggunakan alat kontrasepsi, hal ini penting untuk mengatur jarak kehamilan, guna terciptanya keluarga berkualitas,” tandasnya. (FAHRUL/B-5)