BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando mengatakan bahwa penanggulangan pandemi Covid-19 ini tidak bisa dilakukan sendiri hanya oleh pemerintah daerah. Perlu keterlibatan semua pihak untuk memperbaiki tatanan ekonomi yang terganggu karena Covid-19 ini.
"Penanggulangan penyebaran pandemi Covid-19 serta mitigasi terhadap dampak yang ditimbulkannya, tidak dapat dilakukan sendiri hanya oleh pemerintah daerah. Pihak swasta, masyarakat umum, semua harus membantu, sesuai dengan porsinya masing-masing," kata Rihando kepada Borneonews pada Selasa, 19 Mei 2020.
Menurutnya, dibutuhkan koordinasi, sinergi, dan pastisipasi aktif langsung dari seluruh elemen masyarakat dan institusi yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah dalam meredam dampak Covid-19 lebih luas.
"Terutama terhadap perlambatan ekonomi yang berpotensi terjadi ke depan," katanya.
Pandemi Covid-19 ini menurut Rihando diprakirakan masih terus berjalan dan hasil sejumlah riset dan studi yang menunjukkan bahwa pandemi baru akan berakhir pada triwulan III 2020 menjadi penyebab utama rendahnya perkiraan pertumbuhan ekonomi Kalteng.
--page
"Pandemi Covid-19 yang telah menyebar di 13 kabupaten kota di seluruh Kalteng ini memang menghambat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalteng dan menghambat akselerasi perekonomian Bumi Tambun Bungai pada triwulan I tahun 2020, terlebih di triwulan II ini nanti," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)








