SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur menyebut dampak wabah Covid-19 sungguh luar biasa. Bahkan untuk bangkit dari keterpurukan ini perlu waktu lama. 

"Jika wabah ini berakhir di semester pertama maka selama tahun  ini dipastikan kondisi ekonomi pastinya masih dalam tahap recovery," kata Rudianur, Rabu, 20 Mei 2020.

Menurutnya semua sektor kena imbas. Tidak hanya swasta termasuk juga pemerintahan, anggaran habis dan proyek pembangunan tidak ada, sehingga selama tahun ini harus bisa bertahan.

Saat ini proyeksi pendapatan di tahun 2020 ini sudah jelas tidak akan tercapai target yakni Rp 250 miliar. 

Begitu juga dengan dana dari pemerintah pusat baik itu DAK dan DAU. Terkrhusus DAK sudah habis ditarik oleh pemerintah pusat.

--page

“Satu-satunya tempat kita bergantung adalah DAU saja. Ketika DAU ini goyang nominalnya yang diserahkan pusat ke daerah maka PNS akan kesulitan dibayar gajihnya,” tukasnya.

Bahkan sejauh ini juga dana transfer yang mana merupakan bagi hasil dari pemerintah provinsi Kalteng kabarnya belum tersalurkan ke rekening kas daerah Kotim. Tentunya hal itu menambah kondisi semakin buruk. 

Rudianur mendorong pemerintah kabupaten bisa mencari jalan keluar. Bahkan salah satu opsi adalah meminjam dana DAK DR yang mengendap direkening kas daerah.

Selain itu juga bisa meminjam dana pembayaran multiyears yang nilainya ratusan miliar tersebut. (NACO/B-6)