BORNEONEWS, Sampit - Tim gabungan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kesehatan, polisi, satpol PP, dan sejumlah pihak lainnya melakukan razia makanan dan minuman di sejumlah toko, swalayan, dan mal di Sampit. Hasilnya, masih ditemukan jualan makanan yang kemasan rusak.
"Untuk yang masa berlaku habis sudah sangat jarang. Namun yang masih ada ditemukan adalah kemasan rusak," ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperdaging M Tahir, Rabu, 20 Mei 2020.
Ia menerangkan, kemasan rusak itu hanya beberapa saja yang ditemukan di toko dan swalayan. Rata-rata berupa makanan kaleng yang penyok hingga sangat rawan masuknya bakteri.
"Kalau yang kadaluwarsa sangat sedikit, karena rata-rata pedagang sudah sadar dan tidak lagi menjual barang makanan yang habis masa tenggangnya," kata Tahir.
Temuan tersebut sangat menurun drastis dibandingkan razia makanan dan minuman beberapa waktu lalu. Hal itu terjadi karena banyak pedagang menyadari bahaya menjual kemasan rusak dan kadaluarsa yang bisa berdampak kesehatan bagi konsumen.
--page
Razia seperti ini sudah rutin dilakukan setiap menjelang lebaran, dan Tahun Baru. Ini sebagai upaya agar barang konsumsi masyarakat bisa lebih aman. (MUHAMMAD HAMIM/m)








