PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan mengungkapkan, pada hari kesepuluh pelaksanaan PSBB masih banyak warga yang bandel pengen mudik.

"Itu namanya ngeyel, kalau orang dayak bilang itu namanya badungil. 10 hari PSBB ini masih banyak travel bawa pemudik yang kita paksa putar balik," kata Alman, Rabu 20 Mei 2020.

Bahkan petugas lintas batas menemukan modus baru para sopir travel untuk meloloskan penumpangnya. Setidaknya ada dua modus yang baru ditemukan selama larangan mudik tahun ini.

"Kemaren ada yang seludupkan penumpang dibawah terpal. Hari ini tadi kita temukan lagi malah penumpangnya disuruh jalan kaki lewat jalan setapak supaya lolos dari pemeriksaan," ungkapnya.

Alman menegaskan, personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP bersama Dinas Perhubungan di lintas batas tidak akan memberikan toleransi bagi mereka yang melanggar aturan.

--page


Hal tersebut dijalankan semata-mata mendukung upaya pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dia berharap hal semacam itu tidak diulangi lagi oleh pengendara lainnya. (HENDRI/B-5)