PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Aparat Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah dinilai setia mengawal masyarakat dalam menjaga wilayah tetap kondisif meskipun di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Penilaian ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Kotim Abdul Wakhid. Sebagaimana diketahui, di tahun 2020 ini, ada agenda dan sebuah peristiwa yang patut dihadapi. 

Yakni agenda pemilihan kepala daerah, gubernur dan wakil gubernur Kalteng, bupati dan wakil bupati Kotawaringin Timur. Kemudian, sebuah peristiwa mewabahnya virus corona atau Covid-19.

“Kita harus menghadapi wabah penyakit menular (Covid-19) yang pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei China. Sejak itulah menyebar secara global seluruh dunia termasuk Indonesia sehingga mengakibatkan pandemi (Covid-19) yang mewabah termasuk di Provinsi Kalteng,” katanya dalam siaran pers yang diterima borneonews.co.id. 

Abdul Wakhid juga menyampaikan imbauan cara mencegah penyebaran. Di antaranya, harus rutin cuci tangan menggunakan antiseptic, hindari kontak fisik, tetap di rumah, jaga jarak, pisahkan peralatan pribadi (bagi yang ada keluarganya berpotensi tertular Covid-19), pakai masker dan tidak menyentuh area wajah sembarangan.

--page

“Jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, Insyaallah kita terhindar dari malapetaka Covid-19,” ungkapnya.

Terkait agenda Pilkada, dia menyampaikan bahwa untuk mewujudkan demokrasi Pancasila, semua dituntut berperan aktif menyumbangkan pemikiran atau lainnya agar selalu menjaga ketertiban, kedamaian dan keharmonisan dalam bermasyarakat. 

“Dengan sikap demikian, secara langsung maupun tidak langsung sangat efektif, berarti kita juga turut serta membantu aparat penegak hukum khususnya aparat terdepan dalam menjaga Kamtibmas adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menerima amanah besar dipundaknya,”

“Penuh resiko, namun sangat mulia sebagai garda terdepan menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat dalam situasi apapun, terlebih situasi bencana non alam pandemi Covid-19 dan mengawal pelaksanaan Pilkada serentak saat ini,” bebernya.

Masih menurutnya, hal yang terkadang terlupakan adalah bahaya latin terorisme, radikalisme dan intoleransi, apalagi sekarang adanya wabah yang menyedot perhatian umat manusia di dunia. Oleh sebab itu, kewaspadaan harus ditingkatkan agar selalu tercipta situasi yang damai, tentram dan terjalinnya harmonisasi dalam bermasyarakat. (BUDI/B-7)