BORNEONEWS, Palangka Raya - Kodim 1016 Palangka Raya melaksanakan rapid test kepada 68 warga di pasar besar, Kamis 21 Mei 2020. Sasarannya, pedagang, pembeli, ojek online, tukang parkir, tukang becak, serta masyarakat umum lainnya.
Pasi Operasi Kodim 1016, Kapten Inf Adi Ariyanto mengatakan, dalam pelaksanaanya pihak bekerja sama dengan tenaga medis dari rumah sakit TNI.
Tes ini ditujukan agar bisa mengetahui orang yang berpotensi menyebarkan virus corona dan melakukan tindakan pencegahan. Sehingga, jumlah kasus covid-19 tidak semakin bertambah.
"Rapid test ini metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Jika dia reaktif nanti akan dilanjutkan dengan pemeriksaan skrining atau swab. Jadi hanya antibodi bukan gen," jelasnya.
Bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona. Namun pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.
--page
"Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus corona atau Covid-19," terangnya.
Tes yang dapat memastikan seseorang positif terinfeksi virus corona atau tidak sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.
Prosedur dan Interpretasi rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10-15 menit setelahnya. (HENDRI/B-11)








