PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya melakukan stimulus harga ikan yang anjlok akibat wabah Covid-19. Caranya, membeli ikan segar dari pembudidaya lokal untuk kemudian dibagikan dalam bentuk bantuan kepada masyarakat.

"Kita berkoordinasi dengan dinas perikanan di kabupaten dan kota, jadi beda-beda jenis ikan yang kita beli dan bagikan tergantung mana jenis ikan yang harganya anjlok," kata Fahrizal, Petugas Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya kepada Borneonews pada Jumat, 22 Mei 2020.

Jenis-jenis ikannya menurut Farizal antara lain ikan nila, ikan lele, dan ikan patin. Ditambah dengan keripik saluang yang juga dibeli dari masyarakat UMKM.

"Kalau yang di Pangkalan Bun itu ada ikan patin juga, di Palangka Raya kemarin kita bagikan ikan lele dan ikan nila. Beda-beda tergantung kabupatennya. Dinas perikanan masing-masing kabupaten dan kota, mereka yang menginventarisasi yang mana yang jatuh harga ikannya, itu yang kita beli dan bagikan kepada masyarakat," jelasnya.

Lebih dari 2530 paket telah dibagikan kepada masyarakat di Kota Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit sebagai stimulus bagi pembudidaya ikan dan dalam usaha membantu masyarakat terdampak Covid-19 hingga tidak mampu membeli ikan untuk pemenuhan nutrisi.

--page

"Ikan itu kita beli dari pembudidaya dengan harga normal. Sementara ini kan karena Covid-19 harga ikan jatuh, jadi kita beli dengan harga normal. Misalnya harga nila atau lele normalnya Rp30.000, kita beli dengan harga ini. Lalu kita bagikan kepada masyarakat luas," tutur Fahrizal lagi. (TESTI PRISCILLA/B-7)