PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah provinsi dalam percepatan penanganan bencana non alam penyebaran Covid-19.

Pertama, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota telah melakukan refocusing dan realokasi sumber pembiayaan dan menggunakan dana tak terduga (DTT) untuk memenuhi kebutuhan dibidang kesehatan, pangan, dan stimulans bagi masyarakat maupun usaha terdampak.

Ke 2, Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan anggaran Rp 500.296.306.370, masing-masing untuk penanganan kesehatan Rp 200.000.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi Rp 70.296.306.370, dan untuk jaring pengaman sosial Rp 230.000.000.000.

Ke 3, melakukan perluasan RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk rawat inap pasien dalam pengawasan (PDP) di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah.

Ke 4, membeli alat Real time-polymerase chain reaction (RT-PCR), rehab ruang mikrobiologi RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, dan mengaktifkan beberapa rumah sakit kabupaten dan kota.

--page

Ke 5, penyediaan dan distribusi logistik seperti alat pelindung diri (APD) lengkap untuk tenaga medis dan paramedis di provinsi, kabupaten, dan kota, masker non medis untuk masyarakat, Rapid Test sebagai upaya screening awal Covid-19, serta masker medis sebagai buffer stock Provinsi Kalimantan Tengah.

Ke 6, memberian bantuan sosial tunai (BLT) untuk korban terdampak Covid-19 tahap 1 sebanyak 180.747 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 14 Kabupaten dan kota sebesar Rp 500.000/KK dengan total nilai Rp 90.373.500.000. (NOPRI/B-6)