SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur mengakui tidak ada agenda open house saat lebaran Idul Fitri lalu.

Sebelumnya, memang sempat terpikir untuk melaksanakan kegiatan open house di rumah jabatannya. Saat itu dia berencana ingin melakukan dengan protokol kesehatan. 

Namun karena berbagai pertimbangan akhirnya dibatalkan.  Hal ini demi memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kotim.

"Tidak ada open house atau kegiatan sejenisnya baik di rumah jabatan dan pribadi kami. Mungkin ini sangat memprihatinkan. Tapi semuanya demi kebaikan bersama," kata Rudianur, Selasa, 26 Mei 2020.

Ia juga mengapresiasi sejumlah masjid yang melaksanakan Ibadah Salat Id tetap menggunakan protokol kesehatan. Dia menyakini jemaah yang hadir pun tentunya memperhatikan kondisi dan jarak mereka dalam agenda penting kaum muslimin diseluruh belahan dunia itu. 

--page

"Kita apresiasi juga saudara kami umat muslim yang sudah melaksanakan anjuran pemerintah dengan salat walaupun ditengah kondisi wabah dengan menjaga jarak dan tetap gunakan masker," tukas Rudianur.

Ia berharap kerja sama dari semua pihak untuk konsisten memutus mata rantai penyebaran wabah ini. Salah satu kunci di kehidupan masyarakat yang disiplin.

Wabah ini kata dia harus segera diakhiri bersama karena dampaknya yang terjadi sangat luar biasa. Meski hanya baru berjalan dua bulan terakhir di wilayah Kotim.

Ekonomi kata dia dibuat hancur sehancurnya. Kehidupam sosial diubah begitu kejam, saat Idul Fitri tidak bisa salaman bahkan merayakan Idul Fitri juga dibuat terbatas dan dibatasi.

"Kita tidak mungkin terus menerus hidup dibawah kondisi begini," tukas politikus Partai Golkar Kotim tersebut. 

--page

Menurutnya pemutusan mata rantai penyebaran ini dilakukan secara disiplin maka wabah ini berakhir. Begitu juga mereka yang datang dari luar daerah harus melalui seleksi yang ketat. (NACO/B-7)