PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tiga hari setelah Lebaran, Rabu, 27 Mei 2020 para pedagang kehabisan stok daging ayam untuk dijual. Dampaknya, harga daging ayampun meroket.

"Saya tidak jualan hari ini karena tadi malam bos telepon bahwa tidak ada stok ayam di gudang, jadi ya bagaimana kami mau ke pasar kalau tidak ada yang dijual," kata salah seorang penjual ayam di Pasar Besar saat dihubungi Borneonews.

Menurut penjual ayam ini, dari satu deretan para penjual ayam yang biasa khusus menjual daging ayam, hanya ada tiga pedagang yang membuka lapaknya hari ini.

"Dari satu deret saya jualan itu, hari ini cuma 3 aja yang jualan. Itupun sisa kemaren. Kemaren kan nggak habis punya mereka jadi ada sisanya, itu yang dijual tadi pagi seharga Rp80.000 per kilo," tuturnya.

Dia mengaku bahwa dirinya sendiri sudah menghabiskan stok sejak kemarin sehingga hari ini tidak ada lagi yang bisa dijual, sementara gudang tutup.

--page

"Kemarin saya masih jualan, itu juga harganya sudah Rp50.000 per kilo. Habis juga itu kemarin yang saya jual. Nah hari ini harganya naik jadi Rp80.000 karena yang jualan juga tiga orang, kami satu deret itu kurang lebih 10-an penjual," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)