BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Gang Rusa, Jalan Pasanah (belakang SMA N 2 Pangkalan Bun), Kelurahan Sidorejo Kecamatan Arut Selatan (Arsel), dihebohkan dengan suara ledakan yang berasal dari pabrik tahu, Sabtu, 30 Mei 2020 sekitar pukul 16.45 WIB.
Akibat ledakan dari salah satu mesin pengolah tahu milik Andri Yusufianto (33) warga Kelurahan Sidorejo, yang terbuat dari beton, menyebabkan kondisi pabrik tahu menjadi porak poranda.
Kapolres Kobar AKBP E Dharma B Ginting melalui Kasatreskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditya Dhani mengatakan, insiden terjadinya ledakan pabrik tahu tersebut, mengakibatkan 2 orang korban, 1 orang luka ringan dan 1 orang luka pada gendang telingannya.

"Untuk saat ini kedua korban tersebut dirawat inap di RSUD Sultan Imanuddin Imanudin Pangkalan Bun," ujarnya, saat di konfirmasi melalui pesan singkat, Minggu, 31 Mei 2020.
Kedua pekerja yang menjadi korban ledakan tersebut bernama Jemi Tsu (32) dan Dul Ghofar (26) beralamat di Jalan Pasanah, Gang Rusa, Kelurahan Sidorejo.
--page
Selaku pemilik pabrik tahu Andri Yusufianto (33) mengatakan, bahwa kejadiannya saat pekerja sedang melakukan produksi, kemudian ketelnya meledak.
"Kejadiannya saat sedang produksi dan beruntung tidak ada korban jiwa, saat ini kondisi korban Alhmdulillah sudah membaik dan mendapat perawatan di rumah sakit," tandasnya. (DANANG/B-5)








