PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani menjelaskan dugaan penyebab pedagang dan pembeli di pasar besar terpapar virus corona.

Menurutnya, penyebab utama munculnya klaster pasar besar ini bermula pada saat menjelang hari raya. Saat itu banyak pedagang maupun pembeli yang tidak menerapkan jaga jarak atau sosial distancing.

"Kemungkinan ini kan namanya pasar besar jaraknya dekat sehingga mereka berdempetan antara satu dengan yang lain tidak memperhatikan lagi," kata Emi, Senin 1 Juni 2020.

"Apalagi kan kemarin pada saat bulan puasa dan mau lebaran kita tau dimana pun di Indonesia para pembeli ini sudah berdesak-desakan sehingga penyebarannya sangat cepat setelah lebaran ini," tuturnya.

Emi mengatakan, klaster pasar besar terkonfirmasi positif Covid-19 hingga hari ini menjadi 40 orang. Pasien tersebut bukan hanya pedagang namun juga pembeli yang pernah kontak erat.

--page

Mengantisipasi penambahan pada klaster tersebut pihaknya melakukan penataan kawasan pasar dengan menerapkan protokol kesehatan. Termasuk penataan arus lalu lintas kawasan pasar besar. (HENDRI/B-7)