TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur menargetkan luas tanam jagung pakan di wilayah kerja BPP hingga 190 hektare.

Hal tersebut untuk merespon permintaan pasar yang cukup tinggi akan jagung pakan sebagai bahan baku pengolahan pakan ternak.

Terkait itu, BPP Paku secara intensif mendampingi petani sekaligus menyalurkan bantuan benih dari Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur.

"Harapan kami semua petani yang sudah menerima bantuan benih segera menanam, seperti desa-desa di Kecamatan Paku. Karena harga jagung sekarang lumayan bagus," kata Koordinator BPP Kecamatan Paku, Asbel Serep, Senin 1 Juni 2020.

Menurutnya harga jagung kering pipil di Kecamatan Paku mencapai Rp 3.500 per kilogram. Sedang hasil panen jagung bisa mencapai 7,5 ton per hektare.

--page

"Harga jagung sekarang lumayan bagus dan petani tidak perlu khawatir pemasarannya, tempat menjual sudah ada di Kecamatan Paku," Jelas Asbel.

Dia juga meminta penyuluh di BPP Paku bergerak bersama-sama untuk mendukung petani di wilayah binaannya agar memanfaatkan lahan-lahan tidur atau tidak terurus, untuk pengembangan jagung pakan maupun tanaman pangan lainnya.

"Hari ini kami lakukan pengolahan tanah dengan traktor untuk menambah terus luas tanam jagung pakan dan juga pengembangan tanaman singkong atau ubi kayu," pungkas Asbel.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur mengapresiasi upaya BPP Paku untuk meningkatkan luas tanam jagung dan mulai mengembangkan tanaman ubi kayu.

"Saya minta BPP dan penyuluh di lapangan terus membantu petani saat mulai budidaya hingga panen, serta ikut mencarikan solusi pemasaran hasil panen petani," pesan Riza. (BOLE MALO/B-11)