BORNEONEWS, Tamiang Layang - Mantan Ketua Komite Pendiri Kabupaten Barito Timur, Theodore Badowo berpesan agar warga Dayak Maanyan tidak lagi hanya bergantung pada sumber makanan yang tumbuh sendiri atau tumbuh liar di alam.
Menurutnya, meningkatnya jumlah penduduk akan membuat hutan semakin berkurang dan sumber makanan atau sayur-sayuran dan ikan juga semakin menipis.
"Warga Maanyan jangan dimanja oleh alam, dulu kalau tidak ada sayur ke belakang rumah saja, di hutan ada pakis rebung atau yang lainnya. Sekarang tradisi ini harus diubah karena hutan belum tentu hutan terus ada," katanya, Senin 1 Juni 2020.
Dia mengajak warga Dayak Maanyan untuk mulai belajar budidaya berbagai jenis tanaman pangan sehingga dapat memetik hasil dari budidaya tersebut dan tidak bergantung lagi dengan alam untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun orang banyak.
"Kita lihat sayur saja masih masih banyak dipasok dari daerah Kalsel. Bukan kita anti dengan hasil pertanian dari daerah lain tapi juga harus memanfaatkan lahan di daerah kita untuk memenuhi kebutuhan dan peningkatan ekonomi keluarga," imbuhnya usai menerima bantuan benih jagung dari Dinas Pertanian Barito Timur.
--page
Dia juga meminta dinas pertanian melalui penyuluh agar mendampingi petani terutama warga Dayak Maanyan sehingga dapat mengenal teknologi budidaya tanaman pangan.
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Barito Timur atas program ekonomi kerakyatan melalui sektor pertanian, namun kami berharap petani didampingi dengan baik agar hasilnya maksimal dan menunjang kebutuhan pangan di daerah kita," pungkasnya. (BOLE MALO/B-6)








